Makalah Lingkungan Sebagai Sumber Belajar

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dunia pendidikan tidak dapat dipisahkan dengan lingkungan. Lingkungan adalah sumber belajar yang vital. Pembelajaran yang menjadikan lingkungan sebagai objek belajar dapat memberikan pengalaman nyata dan langsung kepada peserta didik. Seorang guru harus mampu membuat siswa belajar mandiri.
Secara tradisional, sumber belajar adalah guru dan buku paket. Padahal sumber belajar yang ada disekitar sekolah, di rumah, di masyarakat sangatlah banyak. Hanya saja kita belum dapat memanfaatkan sumber belajar yang berlimpah tersebut.
Dalam pembelajaran terutama pembelajaran kelas rangkap, kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan sebagai salah satu sumber belajar sangatlah penting. Diantara sumber belajar yang dapat dimanfaatkan adalah teman sesama guru di sekolah sendiri maupun sekolah lain, masyarakat, keluarga, lingkungan sekolah dan rumah sekolah. Oleh karenanya, seorang guru dituntut mampu mengenal dan memanfaatkan sumber belajar yang tersedia disekitar siswa dan untuk mencapai hasil pembelajaran yang optimal terutama pada pembelajaran kelas rangkap, sebagai guru kita perlu mengadakan kerjasama dengan berbagai pihak.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas dapat diambil suatu rumusan masalah sebagai berikut:
1. Mengapa sekolah dan sejawat guru dianggap sebagai sumber belajar?
2. Mengapa sekolah dan lingkungan dianggapsebagai sumber belajar?
3. Mengapa lingkungan termasuk dianggap sebagai sumber belajar?

C. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuannya adalah:
1. Untuk mengetahui sekolah dan sejawat guru sebagai sumber belajar.
2. Untuk mengetahui sekolah dan lingkngan sebagai sumber belajar.
3. Untuk mengetahui lingkungan sebagai sumber belajar.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Sekolah dan Sejawat Guru sebagai Sumber Belajar
1. Kerjasama
Dalam Pembelajarn Kelas Rangkap (PKR), kemitraan antara guru di dalam lingkungan sekolah yang sama maupun sekolah yang berbeda sangatlah penting. Di sekolah-sekolah di daerah terpencil dimana terdapat berbagai kesulitan dan keterbatasan maka menciptakan sumber belajar dan sumber daya merupakan faktor penting.
Winataputra (1999) menyebutkan bahwa melalui pembiasaan kerjasama antar guru sekolah dapat dicapai hal-hal sebagai berikut:
a. Program pembelajaran dapat dilakukan lebih efisien dan efektif dalam arti hemat sumber daya dan mencapai tujuan secara optimal.
b. Terciptanya suasana kebersamaan dan kesejawatan antar guru dalam membangun dan memelihara suasana pendidikan persekolahan yang demokratis.
c. Kebersamaan dan kesejawatan antar guru akan menjadi model bagi para siswa dalam membina persahabatan antar siswa karena mereka akan merasakan sesuai dengan nilai dan semangat “ing ngarso sung tolodo”.
d. Pemecahan masalah-masalah pendidikan di SD akan menjadi semakin mudah dan ringan karena semua guru dan kepala sekolah menerapkan prinsip “berat sama dipikul ringan sama dijinjing”.
Kerjasama dilakukaan untuk saling membantu, saling mengisi dan saling mengatasi kesulitan. Salah satu tujuan sekolah dalam mengelola dan mengorganisasikan kegiatanya adalah untuk membangun kerjasama dan saling pengertian yang kokoh baik di dalam sekolah itu sendiri, maupun dengan sekolah lain, tujuan pembelajaran khusus yang dirumuskan dimuka adalah suatu cita-cita keberhasilan yang harus dicapai melalui kerjasama sekolah, kerjasama merupakan usaha untuk meningkatkan dan memperluas sumber belajar.
Menciptakan sumber belajar, dan sumber daya merupakan faktor penting bagi sekolah-sekolah di daerah terpencil yang menghadapi berbagai kesulitan dan keterbatasan, oleh karena itu, kerjasama tersebut diarahkan kepada :
a. Kerjasama antara guru dan kepala sekolah terpusat pada pembagian tugas mengajar dan kerja administrasi, misalnya :
1) Mengatur pembagian tugas mengajar, kerja administrasi dan jadwal pelajaran
2) Pengadaan, penggunaan, dan pemeliharaan alat dan sumber belajar
3) Berdiskusi dan saling tukar informasi
b. Kerjasama sekolah diarahkan untuk membangun Pusat Sumber Belajar (PSB). PSB ini dapat dibangun dari mulai yang sederhana sampai dengan yang lebih tinggi. Yang sederhana misalnya satgu kegiatan atau forum dimana guru bisa saling mengunjungi, atau saling bertemu untuk mengdiskusikan berbagai masalah, atau yukar informasi dan pengalaman sebagai contoh antara lain adanya rapat rutin, dan forum diskusi, sedangkan PBS dalam pengertian yang lebih tinggi misalnya adanya kerjasama untuk menciptakan dan menggunakan sumber belajar, alat dan bahan yang dapat dipakai bersama.
c. Kerjasama dengan orang tua dan masyarakat diarahkan untuk menciptakan iklim dimana sekolah adalah milik bersama, oleh karenanya penyelenggaraan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara sekolah dan masyarakat. Guru dan sekolah sekolah harus mendekati masyarakat untuk mendapatkan bantuan berupa sumber daya, sumber dana, dan sumber gagasan yang ada dalam masyarakat.

2. Membangun Iklim Kerjasama
Dalam merencanakan kerjasama, langkah yang perlu kita lakukan adalah mengetahui dan mendaftar potensi yang mungkin dapat digerakan untuk kepentingan pendidikan. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat digunakan untuk membangun kerjasama dengan pihak lain yang terkait :

a. Mengumpulkan Data Statistik dan Sumber Informasi
Data sekolah yang meliputi jumlah murid, jumlah murid mengulang kelas, jumlah murid putus sekolah, dan jumlah murid yang melanjutkan ke SMP. Selain itu, kita juga perlu mengetahui tentang jumlah data penduduk desa, umur, jenis kelamin, anak usia sekolah, tingkat pendidikan pendudukan, tokoh-tokoh masyarakat dan keahliannya, kita juga perlu mendata sumber alam, tempat wisata, dan sumber yang berpotensi sebagai sumber belajar misalnya danau, kawah, gunung, sungai, laut, tempat bersejarah (situs) dan sebagainya.
b. Melakukan Negosiasi (perundingan)
Guru dan kepala sekolah perlu mengatur langkah-langkah untuk melakukan negosiasi agar mendapatkan dukungan.dalam melakukan negosiasi itu tumbuhkan kesan bahwa mereka bukan hanya membantu kita, tetapi mereka merupakan unsur penting, tanpa kehadiran mereka maka sekolah tidak akan berjalan dengan baik. Apabila sekolah tidak berjalan dengan semestinya maka yang rugi tidak hanya sekolah tetapi juga masyarakat. Tokoh masyarakat perlu mengetahui apa yang terjadi di sekolah sehingga mereka memaklumi hasil yang dicapai oleh sekolah. Sebagai contoh, apabila NEM di SD anda sangat rendah, maka masyarakat sekitar tidak akan menyalahkan anda semata, karena mereka tahu sekolah anda tidak ada buku dan anda mengajar sendiri untuk beberapa kelas.

c. Memberikan Peranana Nyata
Masyarakat perlu diberikan peranan nyata, misalnya menjadi tutor dan narasumber diberbagai bidang antara lain : kesenian, olahraga, kesehatan, kerajinan, pertanian. Dengan memberi peran seperti itu mereka akan menyadiri bahwa tugas guru tidak mulia. Cara lain adalah mengaktifkankan peran BP3, sebagai mitra kerja sekolah.
d. Melaporkan Keadaan Sekolah
Pada saat-saat tertentu guru atau sekolah dapat memberikan laporan kepada kepala desa atau masyarakat tentang keadaan sekolahnya. Ini bisa saja dilakukan enam bulan sekali kita berkunjung ke kantor desa dan melaporkan tentang prestasi yang dicapai oleh murid-murid. Atau pada saat kenaikan kelas, para orang tua diundang untuk menghadiri kenaikan kelas putra-putrinya.
e. Memberikan Tanda Penghargaan
Sekolah dapat memberikan penghargaan terhadap masyarakat yang berjasa terhadap sekolah, penghargaan seperti ini dapat berbentuk piagam atau piala, atau lebih sederhana lagi misalnya mengumumkan kepada masyarakat ketika rapat sekolah, kenaikan kelas atau pada saat rapat desa.

3. Melakukan Kerja Sama dengan Sekolah dan Rekan Sejawat Guru
Guru mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kerjasama ini dimaksudkan untuk saling memanfaatkan kelebihan dan saling mengatasi kekurangan.
Sebagai calon guru tentu memahami betul kondisi dan keadaan sekolah anda yang menurut anda sendiri serba kekurangan. Fenomena ini sangat mempangaruhi anda sehingga menggangu proses belajar mengajar.
Keserbakekurangan tersebut antara lain: Disekolah kekurangan tenaga guru sehingga harus mengjar merangkap beberapa kelas sekaligus, siswa tidak memiliki buku sumber, dan tidak memiliki buku pedoman guru secara lengkap.
a. Cara memanfaatkan sesama guru dari sekolah sebagai sumber belajar.
Langkah-langkah yang dapat dilakukan guru adalah seperti berikut:
1) Kemukakan masalah yang anda hadapi misalnya dalam mata pelajaran matematika.
2) Menentukan alternatif pemecahan permasalahan berupa :
a) Membahas bersama materi tersebut
b) Meminjam buku sumber, bahan dan alat peraga
c) Meminta teman anda menggantikan mengajar, sementara anda mengajar dikelas teman anda
d) Membawsa murid anda untuk belajar matematika di kelas teman anda.
b. Memilih alterntif yang paling tepat dengan mempertimbangkan kebutuhan, jadwal, dan bahan yang tersedia
Kerjasama ini adalah untuk saling membantu, saling mengisi dan saling mengatasi kesulitan. Cara untuk mengatasi kesulitan-kesulitan tersebut dapat bervariasi, tergantung kepada permasalahan yang dihadapi.
Langkah-langkah diatas menunjukan bahwa kesulitan apapun dapat diatasi asal ada keterbukaan dan saling pengertian antara sesama guru.
Jadi kerjasama antara sesama guru dalam satu sekolah itu sangat penting karena dapat memecahkan berbagai kesulitan terutama kesulitan dalam melaksanakan tugas mengajar.
Disini dituntu untuk menyadari bahwa setiap orang mempunyai kekurangan, dan kekurangan tersebut dapat diatasi apabila kita bekerjasama.

B. Sekolah dan Lingkungan sebagai Sumber Belajar
Pada pembelajaran dengan pendekatan PKR seorang guru harus mampu menciptakan kondisi sekolah ataupun ruang kelas yang mendukung proses pembelajaran termasuk belajar mandiri. Kondisi yang dimaksud adalah melengkapi pembelajaran dengan perlengkapan dan sumber belajar yang memadai.
1. Menciptakan Lingkungan sebagai Sumber Belajar
a. Melengkapi Ruang Kelas dengan berbagai Sumber Belajar
Ruang kelas merupakan tempat berlangsungnya proses belajar mengajar, tempat sebagian besar kegiatan pembelajaran berlangsung. Menciptakan ruang kelas yang menyenangkan akan membantu berlangsungnya proses pembelajaran. Untuk membuat siswa lebih produktif dalam belajar seorang guru harus dapat menciptakan lingkungan belajar dengan berbagai perlengkapan belajar.
Adanya sudut baca di ruang kelas dengan berbagai jenis buku sangat diperlukan terutama pada pembelajaran dengan menggunakan model PKR dimana guru harus membelajarkan lebih dari satu kelas dalam waktu yang bersamaan. Sudut baca dapat berisi kumpulan laporan kegiatan siswa, benda-benda lingkungan, pajangan kelas yang berkaitan dengan isi buku-buku yang berkaitan dengan buku pelajaran, buku cerita, komik, kliping maupun laporan tugas, dan hasil kerja siswa dalam melakukan kegiatan praktikum serta benda-benda yang merupakan hasil karya siswa.
b. Melengkapi Lingkungan Sekolah dengan berbagai Sumber Belajar
Suatu sekolah dengan jumlah guru yang terbatas, sangat membutuhkan kreatifitas dalam menciptakan lingkungan sekitar sekolah sebagai sumber belajar. Halaman sekolah dapat dijadikan sumber belajar, berbagai tanaman dapat ditanam di sana, selain memperindah suasana sekolah, siswa dapat belajar berbagai hal seperti mengetahui bagian-bagian tanaman dan ekosistim. Halaman belakang sekolah dapat dibuat kebun sekolah. Di kebun sekolah siswa dapat mempelajari sistem reproduksi pada tumbuhan, barbagai macam tumbuhan dengan lingkungan hidupnya, cara bercocok tanam dan mempraktekkannya secara langsung. Belajar melalui pengalaman nyata akan memberikan hasil belajar yang lebih baik.
Koperasi yang dibangun di sekolah dapat berfungsi sebagai sumber belajar, selain dapat membantu anggota-anggotanya yang merupakan orang-orang yang berada di lingkungan sekolah, dapat juga digunakan sebagai sumber belajar, di koperasi siswa dapat belajar menghitung keuntungan dari penjualan, sistem kredit, manfaat koperasi dan sekaligus mempraktekkannya karena siswa merupakan anggota koperasi juga.
Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang dibentuk di sekolah dapat menjadi sumber belajar dimana siswa dapat melihat langsung bagaimana cara menangani berbagai masalah kesehatan secara sederhana.
Menurut (Djalil, 2005) ada 2 (dua) cara untuk meningkatkan pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar yang dapat meningkatkan kualitas belajar siswa:
1) Menciptakan lingkungan di sekolah yang memudahkan murid-murid untuk belajar mandiri, yang dapat dilakukan dengan melengkapi sekolah atau ruang kelas dengan berbagai sumber belajar
2) memanfaatkan sumber belajar yang ada secara maksimal untuk menunjang belajar mandiri

C. Lingkungan sebagai Sumber Belajar
1. Memanfaatkan Pusat Sumber Belajar
Dalam memanfaatkan Pusat Sumber Belajar (PSB), Lembar Kerja Murid (LKM) tetap memegang peranan penting. Contoh dalam memanfaatkan PSB, LKM diarahkan untuk kegiatan berikut :
a. Mengembangkan keterampilan atau konsep
1) Kecermatan
Menggunting, merekat, memasangkan, membuat percobaan (mengamati, membuat diagram), dan mengadakan simulasi.
2) Penerapan konsep
Memasukan, mengurutkan, mengumpulkan, memisahkan, mendaftarkan, mengelompokan, memasangkan, menuliskan, menempatkan atau memberi nama, membandingkan, mengembangkan, meneliti, merekontruksi, menemukan dan memutuskan,
b. Menempatkan semua lembar kerja, permainan, diagram, hasil praktikum, laporan, dan hasil karya lainya di suatu tempat dimana murid lain dapat belajar dengan cara belajar mandiri.
c. mengembangkan beberapa bentuk penyimpanan sehingga baik guru maupun murid dapat menghabiskan waktunya untuk belajar di PSB
Lembar Kerja Murid (LKM) merupakan alat yang paling efektif untuk memaksimalkan penggunaan PSB. Berikut ini beberapa contoh kegiatan pembelajaran yang dapat dilakukan dengan menggunakan LKM, antara lain :
a. Murid-murid melakukan praktikum tentang pengaruh sinar matahari terhadap tumbuhan. Contoh :
1) Murid-murid menempatkan tumbuhan dalam kotak yang ditutup rapat. Pada dinding kotak tersebut diberi lubang untuk masuk sinar. Setelah beberapa hari akan diketahui bahwa tumbuhan tersebut menyerap melalui lubang tadi.
2) Murid-murid mengamati 2 buah pot yang sudah ditanami bungan dari jenis yang sama, yang satu ditempatkan di tempat terang dan satunya lagi ditempatkan pada tempat gelap. Setelah satu minggu murid-murid dapat membandingkan pertumbuhan ke dua bunga tersebut.
b. Berbagai potongan bambu yang merupan contoh bentuk lingkaran dari berbagai ukuran. Setiap murid mengukur lingkaran tersebut dengan menggunakan benang. Berdasarkan pengukuran ini, murid di bawah bimbingan guru akan mengetahui rumus penghitungan benda-benda bulat seperti bola.
c. Berbagai tanda rambu-rambu lalu lintas yang dibuat sendiri, ditempatkan berjejer. Murid-murid harus menunjukkan ke mana arah berjalan sesuai dengan rambu tersebut.

2. Lingkungan Sekitar sebagai Sumber Belajar
Salah satu upaya yang diperkirakan dapat meningkatkan minat siswa pada pelajaran adalah dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar. Lingkungan sekitar data mencakup lingkungan alam dan pengalaman di lingkungan sekitar siswa sehari-hari. Pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar adalah metode dimana guru mengajak siswa belajar di luar kelas untuk melihat peristiwa langsung di lapangan dengan tujuan untuk mengakrabkan siswa dengan lingkungannya. Melalui metode ini, lingkungan diluar sekolah dapat digunakan sebagai sumber belajar. Peran guru adalah sebagai motivator, artinya guru sebagai pemandu agar siswa belajar secara aktif, kreatif dan akrab dengan lingkungan.
Menurut Djalil dkk (2005), ada beberapa hal yang perlu anda pertimbangan dalam menentukan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, yaitu:
a. Sumber tersebut mudah dijangkau (kemudahan)
b. Tidak memerlukan biaya tinggi (kemurahan)
c. Tempat tersebut cukup aman digunakan sebagai sumber belajar (keamanan)
d. Berkaitan dengan materi yang diajarkan di sekolah (kesesuaian)
Melalui metode ini, bentuk tugas yang diberikan disesuaikan dengan kemampuan anak didik pada batas frekuensi yang tetap menggairahkan mereka sehingga tidak menimbulkan kebosanan dan kejenuhan. Tentu saja untuk melakukan kegiatan belajar metode ini diperlukan perencanaan dan persiapan yang baik dengan membuat langkah-langkah pembelajarannya, koordinasi dengan kepala dengan membuat langkah-langkah pembelajarannya, koordinasi dengan kepala sekolah dan pihak-pihak terkait perlu dilakukan pada awal program pembelajaran.
Djalil dkk (2005) membuat beberapa langkah dalam menentukan lingkungan sebagai sumber belajar sebagai berikut:
a. Topik dan materi pembelajaran erat sekali kaitannya dengan lingkungan
b. Lingkungan yang dipilih merupakan salah satu sumber yang paling mungkin dapat digunakan untuk memperkaya materi
c. Sumber tersebut paling sesuai dengan sekolah anda dilihat dari kemudahan, kemurahan, keamanan dan kesesuaian dengan materi.
d. Sumber dari buku dirasakan kurang atau tidak ada contohnya dan sulit diterapkan pada pembelajaran dengan pendekatan PKR.
3. Cara Mengidentifikasi Lingkungan Sebagai Sumber Belajar
Dalam mengidentifikasi lingkungan sebagai sumber belajar, selain guru dituntut menguasai seluk-beluk lingkungan, guru juga dituntut untuk menguasai tentang materi kurikulum, serta materi dan topik-topik pelajaran dalam buku paket yang berkaitan dan membutuhkan alam sekitar sebagai sumber belajar.
Untuk itu, Mengidentifikasi lingkungan dapat menggunakan format sebagai berikut.
Identifikasi Sumber Lingkungan Sesuai Dengan Materi Pelajaran
Sumber Alam Ketersediaan Untuk Mata Pelajaran
Ada Tidak
1 2 3 4
1. Sumber Alam
a. Gunung
b. Sungai
c. Sawah
d. Lembah
e. Hutan
f. Kawah
g. Irigasi
h. Danau/waduk
i. Pertambangan
j. Mata air
2. Sosial
a. Jenis suku bangsa
b. Suku terasing
c. Kehidupan adat
d. Upacara adat
e. Rumah adat
f. Upacara keagamaan
g. Mata pencaharian penduduk
h. Pakaian adat
i. Ragam bahasa
3. Lembaga
a. Kantor Desa
b. Puskesmas
c. Posyandu
d. Tempat ibadah
e. Lembaga adat
f. Lembaga budaya/ sanggar tari
g. Perpustakaan
h. Musium
i. Laboratorium
j. Pabrik/perusahaan
* ) Lihat Kurikulum

Untuk mengetahui ketersediaan tersebut, guru cukup memberikan tanda centang (√) pada kolom 2 bila ada, atau kolom 3 bila tidak ada. Dari beberapa sumber lingkungan yang disebutkan di atas, pasti beberapa diantaranya tersedia sekitar sekolah. Untuk kepentingan murid-murid tidak perlu semua sumber diatas harus ada, tetapi mana saja diantara sumber tersebut yang dapat anda manfaatkan untuk kepentingan belajar.
Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, adalah :
a. Sumber tersebut mudah dijangkau ( kemudahan)
b. Tidak memerlukan biaya tinggi ( kemuarahan)
c. Tempat tersebut cukup aman untuk digunakan sebagai sumber belajar (keamanan)
d. Berkaitan dengan materi yang diajarkan di sekolah (kesesuaian)
Pada kolom 4, guru menuliskan materi mata pelajaran yang pembelajarannya membutuhkan sumber belajar tersebut. Untuk menentukan sumber yang akan digunakan, terlebih dahulu guru harus sudah mempersiapkannya melalui perencanaan dan program. Rencana ini didiskusikan dengan guru lain dan Kepala Sekolah.
4. Cara Memanfaatkan Lingkungan sebagai Sumber belajar untuk Kepentingan Belajar Murid-murid
Dalam melakasanakan pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar, ada beberapa langkah yang harus dilakukan, yaitu :
a. Membuka kembali daftar materi, yang tujuannya untuk melihat topik dan materi yang akan diberikan dengan menggunakan berbagai sumber lingkungan.
b. Mempersiapkan kunjungan ke sumber belajar, yaitu :
1) Menentukan jadwal (kapan, dan berapa lama)
2) Menyiapkan lembar kerja murid (LKM), merupakan pedoman atau petunjuk bagi murid dalam melakukan pengamatan, dan pengumpulan data,
3) Mempersiapkan perbekalan, misalnya : alat, bahan dan konsumsi,
c. Memberikan petunjuk tentang tata tertib selama melakukan kunjungan atau pengumpulan data.
d. Melakukan bimbingan dan pembinaan selama dalam kunjungan.
e. Memberikan pengawasan penuh kepada murid-murid baik di perjalanan maupaun di tempat tujuan.
f. Memberikan petunjuk cara membuat laporan hasil kunjungan, dan cara menyampaikannya dalam kelas.
g. Menata kelompok belajar untuk mempresentasikan hasil laporan.
5. Masyarakat sebagai Sumber Belajar
Sekolah bukanlah merupakan bagian terpisa dari masyarakat, tetap merupakan bagian integral dari masyarakat. Dalam pelaksanaan PKR kemitraan antar guru dan antar guru dengan masyarakat, sangatlah penting, lebih-lebih guru yang bertugas di SD yang sumber belajarnya di sekolah sangat terbatas. Sekolah dan guru seharusnya tidak terisolasi atau mengisolasikan diri dari masyarakat sekitarnya. Oleh karena itu iklim kerjasama perlu dibangun dan dipelihara. Kemitraan atau kerjasama sekolah dan masyarakat disekitar sekolah perlu dirancang dan diprogramkan dengan baik. Dengan demikian segala sumber belajar yang ada di luar sekolah dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dalam pembelajaran.
Masyarakat yang dimaksud dalam hal ini adalah individu sebagai personal yang merupakan bagian dari masyarakat. Misalnya tokoh masyarakat dan para ahli, seperti peran ulama, pengrajin, petani, seniman, pakar, aparat pemerintah, lingkungan hidup dan sebagainya. Mereka dapat bertindak sebagai narasumber untuk informasi tertentu. Sekali waktu seorang polisi dapat diundang ke sekolah untuk memberikan materi-materi tentang tertib berlalulintas, atau seorang keagamaan, atau suatu waktu siswa diajak mengunjungi puskesmas untuk melihat dan mengamati aktivitas di sana. Kunjungan ke pameran karya sastra, museum, cagar alam, kebun binatang dan lingkungan lain sangat membantu siswa dalam belajar mandiri.
Djalil dkk (2005) menjelaskan beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam memanfaatkan nara sumber yaitu:
a. Materi atau informasi yang dapat diperoleh dari nara sumber, tidak dikuasai oleh guru, dan
b. Narasumber tersebut tepat, artinya yang dijadikan narasumber harus orang yang benar-benar memiliki informasi tersebut.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dalam Pembelajarn Kelas Rangkap (PKR), kemitraan antara guru di dalam lingkungan sekolah yang sama maupun sekolah yang berbeda sangatlah penting. Kerjasama dilakukaan untuk saling membantu, saling mengisi dan saling mengatasi kesulitan. Dalam merencanakan kerjasama, langkah yang perlu kita lakukan adalah mengetahui dan mendaftar potensi yang mungkin dapat digerakan untuk kepentingan pendidikan. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat digunakan untuk membangun kerjasama dengan pihak lain yang terkait, mengumpulkan data statistik dan sumber informasi, melakukan negosiasi (perundingan), memberikan peran nyata, melaporkan keadaan sekolah, memberikan tanda penghargaan. Guru mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kerjasama ini dimaksudkan untuk saling memanfaatkan kelebihan dan saling mengatasi kekurangan.
Pada pembelajaran dengan pendekatan PKR seorang guru harus mampu menciptakan kondisi sekolah ataupun ruang kelas yang mendukung proses pembelajaran termasuk belajar mandiri. Kondisi yang dimaksud adalah melengkapi pembelajaran dengan perlengkapan dan sumber belajar yang memadai.
Dalam memanfaatkan Pusat Sumber Belajar (PSB), Lembar Kerja Murid (LKM) tetap memegang peranan penting. LKM diarahkan untuk kegiatan berikut,yaitu mengembangkan keterampilan atau konsep (kecermatan, penerapan konsep), menempatkan semua lembar kerja, hasil karya lainya di suatu tempat dimana murid lain dapat belajar dengan cara belajar mandiri dan mengembangkan beberapa bentuk penyimpanan. Salah satu upaya yang diperkirakan dapat meningkatkan minat siswa pada pelajaran adalah dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar. Pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar adalah metode dimana guru mengajak siswa belajar di luar kelas untuk melihat peristiwa langsung di lapangan dengan tujuan untuk mengakrabkan siswa dengan lingkungannya. Melalui metode ini, lingkungan diluar sekolah dapat digunakan sebagai sumber belajar. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, adalah sumber tersebut mudah dijangkau (kemudahan), tidak memerlukan biaya tinggi (kemuarahan), tempat tersebut cukup aman untuk digunakan sebagai sumber belajar (keamanan), berkaitan dengan materi yang diajarkan di sekolah (kesesuaian). Sekolah bukanlah merupakan bagian terpisa dari masyarakat, tetap merupakan bagian integral dari masyarakat. Kemitraan atau kerjasama sekolah dan masyarakat disekitar sekolah perlu dirancang dan diprogramkan dengan baik. Dengan demikian segala sumber belajar yang ada di luar sekolah dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dalam pembelajaran.

B. Saran
Dalam beberapa hal kita sering kali tidak mampu untuk memecahkan masalah pembelajaran sendiri, bahkan setelah didiskusikan dengan teman sejawat dalam satu sekolah. Sehingga penulis mempunyai saran bahwa alangkah lebih baiknya jika kita selaku guru menemukan suatu permasalahan dalam suatu pembelajaran yang tidak dapat kita pecahkan itu dengan cara bekerjasama dengan guru lain dengan satu sekolah ataupun dengan lain sekolah. Jadi disini kita dapat berdiskusi dan bertukar pengalaman antar yang satu dengan yang lain untuk mengatasi kesulitan dalam mengajar, misalnya tidak mempunyai buku sumber dan alat peraga, atau kurang menguasai materi yang harus diajarkan. Sehingga disini kita dapat saling membantu dalam mengajar, dari mengeadakan kegiatan bersama seperti membuat media pembelajaran, menyusun skenario pembelajaran dan mengadakan kunjungan dan karyawisata.
Kita selaku calon guru atau guru terkadang sulit untuk menciptakan bahwa lingkungan sekolah dapat dijadikan sumber belajar. Sehingga disini seorang guru harus mampu menciptakan kondisi sekolah ataupun ruang kelas yang mendukung proses pembelajaran termasuk belajar mandiri. Oleh karenanya penulis mengharapkan guru dapat manfaatkan lingkungan yang ada disekitar sekolah sebagai sumber belajar seperti koperasi, di koperasi siswa dapat belajar menghitung keuntungan dari penjualan, sistem kredit, manfaat koperasi dan sekaligus mempraktekkannya karena siswa merupakan anggota koperasi juga. UKS siswa dapat melihat langsung bagaimana cara menangani berbagai masalah kesehatan secara sederhana. Halaman Sekolah, berbagai tanaman dapat ditanam di sana, selain memperindah suasana sekolah, siswa dapat belajar berbagai hal seperti mengetahui bagian-bagian tanaman dan ekosistim. Halaman sekolah dapat dibuat kebun sekolah. Di kebun sekolah siswa dapat mempelajari sistem reproduksi pada tumbuhan, barbagai macam tumbuhan dengan lingkungan hidupnya, cara bercocok tanam dan mempraktekkannya secara langsung. Belajar melalui pengalaman nyata akan memberikan hasil belajar yang lebih baik, dan sumber belajar lainnya.
Seperti kita ketahui bahwa lingkungan pun bisa menjadi sumber belajar bagi kita semua, untuk itu dalam suatu lingkungan tersebut harus terciptanya suatu kebersamaan antar sesamanya dan terciptanya suatu lingkungan yang nyaman dan damai agar bisa menjadi inspirasi bagi kita dalam menyelesaikan masalah dengan baik dan mampu memberi solusi yang baik.
Diharapkan kita sebagai calon guru harus bisa memberikan arahan bagi anak didik kita bahwa lingkungan sekitar pun bisa dijadikan sebagai sumber belajar untuk mereka, dan mampu merawat lingkungan tersebut agar terjaga dengan baik. Dengan adanya lingkungan sekitar kita, kita bisa melihat kegunaan alam sekitar kita untuk mengenal kerjasama dengan kelompok untuk menyelesaikan suatu eksperimen atau pemecahan masalah terhadap lingkungan agar mereka bisa mengenal dan merasakan langsung dengan lingkungan mereka, bukan hanya melalui teori saja.

DAFTAR PUSTAKA

Ali, Aisyah. 2008. Lingkungan sebagai Sumber Belajar. (Online), Tersedia: http://PKR SD PDF/ [ 5 oktober 2012].

Abidin, M. Zainal. 20011. Pembelajarn Kelas Rangkap. (online), Tersedia: http://www.masbied.com/2011/07/19/pembelajaran-kelas-rangkap/, [5 Oktober 2012].

Djalil, Aria. dkk. 2003. Pembelajaran Kelas Rangkap. Jakarta : Universitas Terbuka.

LAMPIRAN

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s